berhubung lagi kalut sendirian ditinggal teman-teman keluar daerah, so, aku bakal lanjutin cerita cinta penuh kebohongan itu. selamat menikmati Lier Beside You Part 2.. ^_^
Sampai saat ini, ya
sekarang aku masih berada disisinya dan dia masih berada disisiku dengan
tenangnya. Kebohongan itu? jika mempertanyakan apakah kebohongan itu masih
berlanjut? Ya, masih sampai saat ini. sampai saat ini bahkan saat kami selalu
tersenyum bahagia bersama, tapi kebohongan itu masih menjadi paket saji
didalamnya.
saling memperhatikan
satu sama lain, saling memberi cinta dan kasih yang tidak akan ku tau akan
berujung kemana hubungan yang kami jalani ini. hanya berharap dia akan selalu
disisi ku dengan atau tanpa kebohongan itu. berharap suatu hari akan ada saat
dimana jujur itu menjadi sesuatu yang indah untuk kami nikmati. harapan yang
aku sendiri tak berbayangkan kapan itu akan terjadi, tapi akan terjadi suatu
hari nanti.
dan masih dengan
kebohongan itu, ku sandar ragaku saat ku rasa remuk seluruh harap akan dunia
disekitarku, namun aneh nya, dia yang bersama ku menanam kebohongan itu
satu-satu nya orang yang ku percaya untuk ku rebahkan segala lelahku di
pundaknya. dengan dingin nya malam yang menusuk hingga masuk di sela-sela
tulang rusuk ku, di temani pepohonan yang seakan menari-nari memandang
kebersamaan kami, beribu bintang yang tak hentinya bermain mata dengan cahaya
nya yang seakan menggoda, bersembunyi di gelapnya langit malam seakan malu
untuk menganggu kebersamaan kami.
ku curahkan segala
kesal ku dan berharap akan ringan beban ku, dan bila tak kuasa seringkali
basahlah kedua pipi ku yang akan disambut hangat oleh usapan lembut dan pelukan
hangat darinya. sejenak kunikmati sampai saat tersadar bahwa itu bisa saja
bagian dari kebohongan.
ku beri jarak
perlahan di antara kami, dan seketika itu juga dia menarik ku kembali masuk
dalam dekapan hangat nya. dengan desah merdu suaranya dia berbisik ditelingaku
dan berkata "cukup percaya padaku, jika sampai saat ini kau belum mampu
mempercayaiku maka cobalah mulai detik ini. cukup mempercayaiku"
tuhan, ini kah waktu
nya? saat yang ku nanti itu? saat dimana jujur itu akan menjadi sajian yang
indah untuk kami nikmati? tuhan, ini kah waktunya? saat dimana aku
bersama nya tanpa harus berselimut kebohongan dan kebahagiaan kelam. senyum
yang aku simpul bukan senyum tulus dari hati. tuhan ini kah waktunya? aku dan
dia akan jujur tentang apa yang kami rasakan? tapi akan kah baik untuk kami?
mampukah kami bertahan dengan hubungan ini? dengan Apa Adanya kami?
.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar