Sabtu, 22 Maret 2014

Lier BESIDE you Part 2

Readers.. 
berhubung lagi kalut sendirian ditinggal teman-teman keluar daerah, so, aku bakal lanjutin cerita cinta penuh kebohongan itu. selamat menikmati Lier Beside You Part 2.. ^_^

Sampai saat ini, ya sekarang aku masih berada disisinya dan dia masih berada disisiku dengan tenangnya. Kebohongan itu? jika mempertanyakan apakah kebohongan itu masih berlanjut? Ya, masih sampai saat ini. sampai saat ini bahkan saat kami selalu tersenyum bahagia bersama, tapi kebohongan itu masih menjadi paket saji didalamnya.
saling memperhatikan satu sama lain, saling memberi cinta dan kasih yang tidak akan ku tau akan berujung kemana hubungan yang kami jalani ini. hanya berharap dia akan selalu disisi ku dengan atau tanpa kebohongan itu. berharap suatu hari akan ada saat dimana jujur itu menjadi sesuatu yang indah untuk kami nikmati. harapan yang aku sendiri tak berbayangkan kapan itu akan terjadi, tapi akan terjadi suatu hari nanti.
dan masih dengan kebohongan itu, ku sandar ragaku saat ku rasa remuk seluruh harap akan dunia disekitarku, namun aneh nya, dia yang bersama ku menanam kebohongan itu satu-satu nya orang yang ku percaya untuk ku rebahkan segala lelahku di pundaknya. dengan dingin nya malam yang menusuk hingga masuk di sela-sela tulang rusuk ku, di temani pepohonan yang seakan menari-nari memandang kebersamaan kami, beribu bintang yang tak hentinya bermain mata dengan cahaya nya yang seakan menggoda, bersembunyi di gelapnya langit malam seakan malu untuk menganggu kebersamaan kami.
ku curahkan segala kesal ku dan berharap akan ringan beban ku, dan bila tak kuasa seringkali basahlah kedua pipi ku yang akan disambut hangat oleh usapan lembut dan pelukan hangat darinya. sejenak kunikmati sampai saat tersadar bahwa itu bisa saja bagian dari kebohongan.
ku beri jarak perlahan di antara kami, dan seketika itu juga dia menarik ku kembali masuk dalam dekapan hangat nya. dengan desah merdu suaranya dia berbisik ditelingaku dan berkata "cukup percaya padaku, jika sampai saat ini kau belum mampu mempercayaiku maka cobalah mulai detik ini. cukup mempercayaiku"
tuhan, ini kah waktu nya? saat yang ku nanti itu? saat dimana jujur itu akan menjadi sajian yang indah untuk kami nikmati?  tuhan, ini kah waktunya? saat dimana aku bersama nya tanpa harus berselimut kebohongan dan kebahagiaan kelam. senyum yang aku simpul bukan senyum tulus dari hati. tuhan ini kah waktunya? aku dan dia akan jujur tentang apa yang kami rasakan? tapi akan kah baik untuk kami? mampukah kami bertahan dengan hubungan ini? dengan Apa Adanya kami?
.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar