Minggu, 04 Mei 2014

Senandung dari mu

Hari ini untuk kedua kalinya dia bernyanyi indah didepanku. Tulus dari hati? Entahlah, namun aku bahagia mendengarnya, entah mengapa aku suka ketika dia lantunkan nada-nada indah itu didepanku, entah kenapa aku suka ketika dia tersenyum lebar terlihat indah. 
Berlebihan? mungkin saja, tapi aku menyukainya. hari ini dengan lagu yang sama, yang awalnya tidak kusukai. Tapi mulai kunikmati ketika awal dia menyanyikannya didepanku, terlebih bait demi bait itu terasa menyentuh hati dan melemahkan keangkuhanku. Mungkin karna untuk pertama kali. bisa juga karna aku terlalu menyukainya hingga apapun yang kulihat padanya akan terlihat indah. Kurasa aku mulai berlebihan, tapi itu yang mulai kurasakan ketika lantunan kata-kata indah dari lagu itu dia senandungkan

CINTA TERBAIK
jujur saja ku tak mampu
hilangkan wajahmu di hatiku
meski malam mengganggu
hilangkan senyummu di mataku
ku sadari aku cinta padamu
meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
jujur saja ku tak mampu
tuk pergi menjauh darimu
meski hatiku ragu
kau tak di sampingku setiap waktu
ku sadari aku cinta padamu
meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
oh meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik

Dia memang bukan cinta pertama yang tersematkan dihati, namun aku merasa dia cinta yang terbaik yang mampu buatku merasa rindu walau ku tau tak jauh jarak antara aku dan dia, yang mampu buatku resah walau baru sesaat kami berpisah. dia lelaki yang mampu naik turunkan moody ku yang bahkan teman-teman terdekatku lelah menghadapinya. dia lelaki yag mampu menyematkan senyum di sisi bibirku sesaat setelah aku bersedih. dan mampu buatku cepat melupakan amarah ku padanya. mungkin karna aku terlu menyukai cara dia mencintaiku. Namun, apakah itu benar cara mencintaiku atau hanya perlakuan padaku? hanya dia yang mampu berkata jujur untuk hal itu. 
Aku yang mungkin terlalu menyukainya, mampu mencintainya melebihi lelahku setiap harinya. aku yang mungkin terlalu menyukainya mampu menunggu kabarnya lebih lama dari batas ambang sabar penantianku. karna aku terlalu menyukainya bahkan mampu habiskan separuh nafasku untuk mengukir kerinduan di hembusan udara setiap pagi yang membangunkan ku dan setiap malam yang menggoda untuk lelapkan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar