Hari ini untuk kedua kalinya dia
bernyanyi indah didepanku. Tulus dari hati? Entahlah, namun aku bahagia
mendengarnya, entah mengapa aku suka ketika dia lantunkan nada-nada indah itu
didepanku, entah kenapa aku suka ketika dia tersenyum lebar terlihat
indah.
Berlebihan? mungkin saja, tapi aku
menyukainya. hari ini dengan lagu yang sama, yang awalnya tidak kusukai. Tapi
mulai kunikmati ketika awal dia menyanyikannya didepanku, terlebih bait demi
bait itu terasa menyentuh hati dan melemahkan keangkuhanku. Mungkin karna untuk
pertama kali. bisa juga karna aku terlalu menyukainya hingga apapun yang
kulihat padanya akan terlihat indah. Kurasa aku mulai berlebihan, tapi itu yang
mulai kurasakan ketika lantunan kata-kata indah dari lagu itu dia senandungkan
CINTA
TERBAIK
jujur saja ku
tak mampu
hilangkan wajahmu di hatiku
meski malam mengganggu
hilangkan senyummu di mataku
ku sadari aku cinta padamu
hilangkan wajahmu di hatiku
meski malam mengganggu
hilangkan senyummu di mataku
ku sadari aku cinta padamu
meski
ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
jujur saja ku
tak mampu
tuk pergi menjauh darimu
meski hatiku ragu
kau tak di sampingku setiap waktu
ku sadari aku cinta padamu
tuk pergi menjauh darimu
meski hatiku ragu
kau tak di sampingku setiap waktu
ku sadari aku cinta padamu
meski
ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
oh
meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik
oh
meski ku bukan yang pertama di hatimu
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik
tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik (cintaku yang terbaik)
tapi cintamu yang terbaik
Dia memang bukan cinta pertama yang
tersematkan dihati, namun aku merasa dia cinta yang terbaik yang mampu buatku
merasa rindu walau ku tau tak jauh jarak antara aku dan dia, yang mampu buatku
resah walau baru sesaat kami berpisah. dia lelaki yang mampu naik turunkan
moody ku yang bahkan teman-teman terdekatku lelah menghadapinya. dia lelaki yag
mampu menyematkan senyum di sisi bibirku sesaat setelah aku bersedih. dan mampu
buatku cepat melupakan amarah ku padanya. mungkin karna aku terlu menyukai cara
dia mencintaiku. Namun, apakah itu benar cara mencintaiku atau hanya perlakuan
padaku? hanya dia yang mampu berkata jujur untuk hal itu.
Aku yang mungkin terlalu menyukainya,
mampu mencintainya melebihi lelahku setiap harinya. aku yang mungkin terlalu
menyukainya mampu menunggu kabarnya lebih lama dari batas ambang sabar
penantianku. karna aku terlalu menyukainya bahkan mampu habiskan separuh
nafasku untuk mengukir kerinduan di hembusan udara setiap pagi yang
membangunkan ku dan setiap malam yang menggoda untuk lelapkan ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar