Hari ini
malam sabtu, weekend pertama selama 2 bulan ini aku gag ditinggal melancong
sama si Datar. selama seharian gag ketemu dan bersua dengan pangeran tanpa kuda
putih ku ini dikarenakan hari buruh yang memaksa aku untuk rehat full seharian
dikamar tanpa aktifitas yang menyibukkan. Masih ada komunikasi tentunya
walaupun selalu lewat chat dan itu sudah masuk dalam adat, mau jarak jauh
ataupun dekat komunikasi teks dua arah ini selalu jadi primadona dalam hubungan
kami. dan hari ini bertemu lagi, agak lebay kalo bisa dikata. alay-alay gitu
kalo anak jaman sekarang bilang nya gitu. kenapa tidak, baru aja 1 hari tidak
bertatapan dengan wajah handsome pangeran tanpa kuda putih ku ini udah rindunya
setinggi bukit didepan kampus. ngomong-ngomong bukit, si bukit ini berada tepat
di depan kampus kami, tempat nya anak-anak kampus nongkrong sambil liat sunset
sok romantik. Gag ada sesuatu yang menarik sih di bukit ini, apalagi buatku.
karna di bukit ini si Datar pernah datang dan beradegan jadi sepasang kekasih
dengan 1 anak lelaki dengan peyempuan yang sempat jadi alasan terbesar
cemburuku berkumandang jelas keseluruh antero negeri. Semua baik-baik saja ketika
aku mulai mempercayainya.
Beralih
ke tragedi hari ini. kesibukan kampus yang menyita hampir seluruh waktuku hari
ini membuat aku terkurung dalam penantian yang tak berujung. Waktu malam habis
dengan coretan-coretan tinta di kertas putih ku yan bahkan tak ku tau asal
munculnya tulisan itu. tertumpuk susunan rumus diatasnya namun, tak ada satupun
yang menarik perhatian hingga menimbulkan ingatan akan penyelesaiannya. sempat
terfikir, setidaknya dia memberiku semangat kalau jelas-jelas tau aku sibuk
sekarang namun tak ada satupun kata yang muncul darinya. sampai batas jenuh,
kuputuskan untuk menepi dari kepeningan dan mengistirahatkan sebgian indera ku.
5 menit kemudian muncul chat manis nya, setelah mmbaca itu ku naikkan
intensitas semangat belajarku dan mulai mencorat-coret kertas putih yang telah
kuganti dengan yang baru.
Kuliah
yang menyibukkan itu tega melepaskanku di saat jam menunjukkan pukul 15.10 WITA
dosen yang sekian lama ku tunggu hanya datang temu salam dan memamerkan lucu
dan unyu-unyu nya dua baby yang baru saja dia lahirkan. sibuk keliling-keliling
kampus hilang tanpa kabar dan hanya membiarkan kami menunggun tanpa kepastian
diruang kelas yang semakin lama semakin pengap di tambah ricuhkan percakapan
teman-teman dengan matri yang berbeda-beda.
Sepersekian
detik setelah dosen itu meninggalkan kelas aku pun beranjak pergi dengan
cepatnya menuju dojang ku tercinta. selain semangat latihan juga untuk bertemu
si Datar, pangeran tanpa kuda putih ku itu. sebelum motor merah yang lucu
dengan stiker angry bird itu ku luncurkan melaju menuju dojang ku sempatkan
mengirim 1 psan singkat untuk memastikan dia masih bernafas samapai saat itu,
namun tak ada tanggapan mau pun sanggahan. akhirnya ku jalankan si merah,
sebutan untuk motor ku itu melaju k dojang tercinta. dan ternyata ohh meeenn..
pantesan tuh sms gag ada responsibilitynya sama sekali. hape nya lagi bersama
wanita lain asik bercumbu dengan mp3 dan headshet menempel di telinganya.
Tapu
dasarnya aku peyempuan yang penuh pengertian *haha.. tanggapi dengan senyum
aja. gag akan guna nya narik-narik urat dan mancing emosi disaat lelah dan
letih menyatu jadi satu dan menggerogoti seluruh badan bahkan pikiranku.
Ku mulai
dengan materi ringan untuk bercakap-cakap dengan nya, dan di tanggapi dengan
ringan juga. ku serahkan dobok atau baju latihan yang sedari siang kusiapkan
untuk dia kenakan pada latiha hari ini tapi, ternytaa dan ternyata hanya jadi
pemanis diatas meja ketua umum. udah bawa dobok sendiri dia, gimana gag kesal.
tapi ditanggapi dengan senyuman lagi. Mulai saat latihan, diawali dengan
pemulaan yang baik namun terjadi sedikit accident yang menyebabkan jari manis
kaki terukir indah goresan aspal jalan, terluka lagi kite. untungnya rasa haru
terhadap negara ini tidak membuatku sampai mencium tanah air ketika
terjatuh.
Dua jam
lebih latihan berlangsung dan ditutup dengan perayaan ultah junior ku yang
diwarnai aksi cebur menyebur di kolam kampus. junior ku yang terlihat kecil dan
imut-imut ini diam-diam memendam berat badan yang terlampau besar, perlu banyak
pekerja paksa yang mengagkutnya*haha.. malam harinya diadakan rapat dan disitu
awal mula aku merasa dia menyebalkan malam ini naum dinetralisir dengan joke-koke
yang dia lontarkan. selesai rapat dia bertamu kekos dan sudah beberapa hari ini
itu jadi kegiatan rutin, hampir setiap hari dia datang. maklum lah habis
terpisah 2 bulan lamanya.
Beberapa
waktu dia menepi di kamar kos ku tiba-tiba pembicaraan garing terlontarkan dari
mulut si datar yang biasanya selalu merangkai kata-kata indah menghanyutkan.
Mantan. kata yang dari awal kami berpacaran tidak pernah sekalipun ku bahas
padanya namun selalu saja dia pertanyakan. bukan masalah aku tidak ingin dia tau
atau seperti apa. tapi menurutku tidak perlu untuk membahas masa lalu pasangan
mu aja guys, biar itu jadi bagian dari hidup dia, dan saat skarang bagaimana
dia memperbaiki hubungan yang baik dengan pasanagnnya yang sekarang ya aku,
agar kegagalan masa lalu itu tidak terlulang. beberapa kali ku coba untuk
menghntikan pembicaran itu dari materi cakap-cakap kami malam ini, tapi tak ada
hentinya lontaran pertanyaan seputar mantan itu membabi buta berhamburan keluar
dari mulur manis yang biasanya berkata-kata indah nan mengahanyutkan itu, lelah
untuk membahasnya ku coba menutup mata dan tak menghiraukannya, ku harap dia
menngerti bahwa aku tak menghandaki pembicaraan itu melebar sampai teluk materi
kami malam ini, namun dia menyukai aku yang mengernyitkan jidat dan memasang
muka masam jika mendengar itu memaparkan kengintahuannya.
Puas
mlihatku kesal, dimulailah dengan canda-candaan garing dan menanjak ke
pembahasan yang mulai menggelitik ku, simpul senyum dan tawa canda mulai
terlukis indah malam ini. mulai dia brkata padaku " Itulah aku, selalu
ingin buat kamu tertawa, sebal, marah. Gag harus tertawa teruskan gag harus
yang manis-manis mulu entar malah diabetes, kalo dapat yang asin-asin mulu ntar
malah sakit kepala. kan kalo ada tertawanya sebel-sebelnya lebih bagus".
Dari
kata-katanya itu aku lebih menegrti bagaimana cara dia memperlakukan ku.
ditambah lagi dia sebuah lagu yang dia ikuti dari siaran televisi, walaupun
dengan nada-nada candaan namun, aku suka dengan sikap dia yang seperti itu
merasa lebih dicintai ^_^
Tingkyu
Datarku, pangeran tanpa kuda putih ku, yang sudah memberi banyak rasa hari
ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar