Jumat, 02 Mei 2014

Jumat Malam

Hari ini malam sabtu, weekend pertama selama 2 bulan ini aku gag ditinggal melancong sama si Datar. selama seharian gag ketemu dan bersua dengan pangeran tanpa kuda putih ku ini dikarenakan hari buruh yang memaksa aku untuk rehat full seharian dikamar tanpa aktifitas yang menyibukkan. Masih ada komunikasi tentunya walaupun selalu lewat chat dan itu sudah masuk dalam adat, mau jarak jauh ataupun dekat komunikasi teks dua arah ini selalu jadi primadona dalam hubungan kami. dan hari ini bertemu lagi, agak lebay kalo bisa dikata. alay-alay gitu kalo anak jaman sekarang bilang nya gitu. kenapa tidak, baru aja 1 hari tidak bertatapan dengan wajah handsome pangeran tanpa kuda putih ku ini udah rindunya setinggi bukit didepan kampus. ngomong-ngomong bukit, si bukit ini berada tepat di depan kampus kami, tempat nya anak-anak kampus nongkrong sambil liat sunset sok romantik. Gag ada sesuatu yang menarik sih di bukit ini, apalagi buatku. karna di bukit ini si Datar pernah datang dan beradegan jadi sepasang kekasih dengan 1 anak lelaki dengan peyempuan yang sempat jadi alasan terbesar cemburuku berkumandang jelas keseluruh antero negeri. Semua baik-baik saja ketika aku mulai mempercayainya. 
Beralih ke tragedi hari ini. kesibukan kampus yang menyita hampir seluruh waktuku hari ini membuat aku terkurung dalam penantian yang tak berujung. Waktu malam habis dengan coretan-coretan tinta di kertas putih ku yan bahkan tak ku tau asal munculnya tulisan itu. tertumpuk susunan rumus diatasnya namun, tak ada satupun yang menarik perhatian hingga menimbulkan ingatan akan penyelesaiannya. sempat terfikir, setidaknya dia memberiku semangat kalau jelas-jelas tau aku sibuk sekarang namun tak ada satupun kata yang muncul darinya. sampai batas jenuh, kuputuskan untuk menepi dari kepeningan dan mengistirahatkan sebgian indera ku. 5 menit kemudian muncul chat manis nya, setelah mmbaca itu ku naikkan intensitas semangat belajarku dan mulai mencorat-coret kertas putih yang telah kuganti dengan yang baru. 


Kuliah yang menyibukkan itu tega melepaskanku di saat jam menunjukkan pukul 15.10 WITA dosen yang sekian lama ku tunggu hanya datang temu salam dan memamerkan lucu dan unyu-unyu nya dua baby yang baru saja dia lahirkan. sibuk keliling-keliling kampus hilang tanpa kabar dan hanya membiarkan kami menunggun tanpa kepastian diruang kelas yang semakin lama semakin pengap di tambah ricuhkan percakapan teman-teman dengan matri yang berbeda-beda. 
Sepersekian detik setelah dosen itu meninggalkan kelas aku pun beranjak pergi dengan cepatnya menuju dojang ku tercinta. selain semangat latihan juga untuk bertemu si Datar, pangeran tanpa kuda putih ku itu. sebelum motor merah yang lucu dengan stiker angry bird itu ku luncurkan melaju menuju dojang ku sempatkan mengirim 1 psan singkat untuk memastikan dia masih bernafas samapai saat itu, namun tak ada tanggapan mau pun sanggahan. akhirnya ku jalankan si merah, sebutan untuk motor ku itu melaju k dojang tercinta. dan ternyata ohh meeenn.. pantesan tuh sms gag ada responsibilitynya sama sekali. hape nya lagi bersama wanita lain asik bercumbu dengan mp3 dan headshet menempel di telinganya. 
Tapu dasarnya aku peyempuan yang penuh pengertian *haha.. tanggapi dengan senyum aja. gag akan guna nya narik-narik urat dan mancing emosi disaat lelah dan letih menyatu jadi satu dan menggerogoti seluruh badan bahkan pikiranku. 
Ku mulai dengan materi ringan untuk bercakap-cakap dengan nya, dan di tanggapi dengan ringan juga. ku serahkan dobok atau baju latihan yang sedari siang kusiapkan untuk dia kenakan pada latiha hari ini tapi, ternytaa dan ternyata hanya jadi pemanis diatas meja ketua umum. udah bawa dobok sendiri dia, gimana gag kesal. tapi ditanggapi dengan senyuman lagi. Mulai saat latihan, diawali dengan pemulaan yang baik namun terjadi sedikit accident yang menyebabkan jari manis kaki terukir indah goresan aspal jalan, terluka lagi kite. untungnya rasa haru terhadap negara ini tidak membuatku sampai mencium tanah air ketika terjatuh. 
Dua jam lebih latihan berlangsung dan ditutup dengan perayaan ultah junior ku yang diwarnai aksi cebur menyebur di kolam kampus. junior ku yang terlihat kecil dan imut-imut ini diam-diam memendam berat badan yang terlampau besar, perlu banyak pekerja paksa yang mengagkutnya*haha.. malam harinya diadakan rapat dan disitu awal mula aku merasa dia menyebalkan malam ini naum dinetralisir dengan joke-koke yang dia lontarkan. selesai rapat dia bertamu kekos dan sudah beberapa hari ini itu jadi kegiatan rutin, hampir setiap hari dia datang. maklum lah habis terpisah 2 bulan lamanya. 
Beberapa waktu dia menepi di kamar kos ku tiba-tiba pembicaraan garing terlontarkan dari mulut si datar yang biasanya selalu merangkai kata-kata indah menghanyutkan. Mantan. kata yang dari awal kami berpacaran tidak pernah sekalipun ku bahas padanya namun selalu saja dia pertanyakan. bukan masalah aku tidak ingin dia tau atau seperti apa. tapi menurutku tidak perlu untuk membahas masa lalu pasangan mu aja guys, biar itu jadi bagian dari hidup dia, dan saat skarang bagaimana dia memperbaiki hubungan yang baik dengan pasanagnnya yang sekarang ya aku, agar kegagalan masa lalu itu tidak terlulang. beberapa kali ku coba untuk menghntikan pembicaran itu dari materi cakap-cakap kami malam ini, tapi tak ada hentinya lontaran pertanyaan seputar mantan itu membabi buta berhamburan keluar dari mulur manis yang biasanya berkata-kata indah nan mengahanyutkan itu, lelah untuk membahasnya ku coba menutup mata dan tak menghiraukannya, ku harap dia menngerti bahwa aku tak menghandaki pembicaraan itu melebar sampai teluk materi kami malam ini, namun dia menyukai aku yang mengernyitkan jidat dan memasang muka masam jika mendengar itu memaparkan kengintahuannya. 
Puas mlihatku kesal, dimulailah dengan canda-candaan garing dan menanjak ke pembahasan yang mulai menggelitik ku, simpul senyum dan tawa canda mulai terlukis indah malam ini. mulai dia brkata padaku " Itulah aku, selalu ingin buat kamu tertawa, sebal, marah. Gag harus tertawa teruskan gag harus yang manis-manis mulu entar malah diabetes, kalo dapat yang asin-asin mulu ntar malah sakit kepala. kan kalo ada tertawanya sebel-sebelnya lebih bagus".
Dari kata-katanya itu aku lebih menegrti bagaimana cara dia memperlakukan ku. ditambah lagi dia sebuah lagu yang dia ikuti dari siaran televisi, walaupun dengan nada-nada candaan namun, aku suka dengan sikap dia yang seperti itu merasa lebih dicintai ^_^
Tingkyu Datarku, pangeran tanpa kuda putih ku, yang sudah memberi banyak rasa hari ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar